Narasikan Jokowi Pembohong, FBN Bali Kecam Keras Cover Majalah Tempo

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Denpasar, LiraNews — Cover majalah Tempo edisi 16-22 September yang memuat gambar sambul Presiden Jokowi dengan bayangan hidung memanjang merupakan suatu penghinaan terhadap simbol negara ini, Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali, Agustinus Nahak, SH, MH. kepada media, Senin (17/9/2019).

“Tempo telah mem ‘framing’ Presiden kita dengan gambar yang cenderung tendensius dan provokatif, Kami rasa ini tidak santun bahkan sudah sangat keterlaluan serta bermakna ‘Character assasination’ (pembunuhan karakter),” terang Nahak geram.

Menurutnya, Jika terkait permintaan revisi UU KPK yang diajukan DPR, Jokowi cuma bermaksud mengakomodir hal tersebut bahkan memberikan beberapa catatan-catatan penting, “Menurut pandangan kami, tidak semua point di dalam revisi UU KPK di setujui Presiden, Dan memang KPK perlu pengawasan, bukankan selama ini KPK dianggap sebagai lembaga yang ‘untouchable’ ? (tidak dapat disentuh),” tutur Nahak yang juga aktif di Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI Bersatu) Bali.

Penolakan terhadap revisi UU Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) terus disuarakan oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh lintas agama, guru besar, mahasiswa, hingga para aktivis anti rasuah.

Mereka menolak revisi UU KPK karena diyakini akan melemahkan lembaga anti rasuah tersebut. Sekitar 70 Pasal dalam draf revisi UU KPK itu mengancam proses pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pihaknya mengasumsikan tentang gambar dimana bayangan Jokowi itu menggambarkan tokoh kartun terkenal PINOKIO yang dalam hikayat dan film tersebut ketika PINOKIO berbohong maka di narasikan hidungnya akan menjadi panjang.

“Kami berencana akan menggalang kekuatan bersama teman-teman, untuk segera melakukan somasi keberatan terhadap penayangan cover majalah Tempo tersebut,” pungkasnya. LN-HD

Mon Sep 16 , 2019
Lumajang, LiraNews – Pasca tragedi meninggalnya Nw (49) korban penambangan pasir manual yang diduga ilegal berlokasi di Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang masih diperbincangkan karena tidak mendapatkan pertanggung jawaban dari beberapa penanggung jawab/koordinator penambangan pasir manual. Beberapa sumber informasi yang didapat oleh media bahwa aktifitas penambangan pasir manual secara ilegal sempat […]